Plastik atau barang plastik adalah barang kebutuhan sehari-hari sangat banyak dijumpai di masyarakat yang digunakan berbagai macam kebutuhan mulai dari perkakas rumah tangga, gelas plastik, kemasan makanan ringan, kantong plastik, barang pecah belah dan masih banyak. Plastik ini sebenarnya adalah bahan sintetis atau semi sintetis yang terbuat dari bahan bakar fosil (bahan bakar minyak) seperti minyak bumi dan gas. Dalam pembuatannya plastik sangat mudah dibentuk namun sulit diurai dalam tanah bahkan seperti kantong plastik, nanti bisa diurai hingga 500 tahun. Walaupun demikian penggunaan kantong plasti di toko, pasar atau kios tidak dapat dihindari karena selain harganya murah, kantong plastik dianggap praktis dan mudah ditemui. Akan tetapi pada saat ini, harga kantong plastik hampir 2 (dua) lebih banyak mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.
Naiknya harga kantong plastik bisa dipengaruhi oleh naiknya bahan baku plastik itu sendiri. Sedangkan kenaikan harga bahan baku dipengaruhi oleh kurangnya stok atau persediaan dimana di Indonesia bahan plastik umumnya di impor dari timur tengah. Kenaikkan harga plasti ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh jalur suplai dari timur tengah terganggu akibat konflik geopolotik di timur tengah saat ini. Penutupan selat Hormuz oleh Republik Islam Iran memicu terhambatnya distribusi bahan bakar minyak dan plastik dari Timur Tengah ke Indonesia. Kenaikan harga bahan plastik tidak hanya membuat harga kantong plastik, akan tetapi barang-barang lain bisa bernampak mengalami kenaikan karena umunya kemasannya terbuat dari plastik.
Gbr. 1. Penjual sedang memberikan barang belanjaan kapada pembeli (gambar editing dan ilustrasi AI dengan whisk)
Di tempat penulis, harga kantong plastik ukuran tertentu yang sebelumnya seharga Rp 2.000/pak, saat ini dijual hingga mencapai Rp 4.000,-/pak. Jika dalam 1 pak berisi 28 kantong plastik, maka harga per kantongnya adalah Rp 142,-. Untuk kantong ukuran sedang, harga Rp 7.000,- hingga Rp 8.000,- per pak, dengan asumsi harga Rp 282,- per kantung. Untuk kantong dengan harga ini umumnya hanya dapat memuat beberapa bungkus mi instan untuk ukuran kecil, sedangkan ukuran sedang sedikit lebih banyak. Bagi penjual semi grosir, ada beberapa produk misalnya ada yang memberi makanan ringan per pak, harga misalnya Rp 18.000,- sementara marjin keuntungan paling banyak Rp 500 bahkan ada yang Rp 250,- maka kalaupun mendapatkan untung, keuntungan hanya sekitar Rp 200, dan untuk produk tertentu mungkin hanya balik modal, maka dengan demikian kita harus mencari solusi untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari kerugian. Beberapa cara yang dapat dilakukan dapat dilihat pada beberapa tips berikut ini:
1. Memanfaatkan plastik kemesan makanan ringan
Beberapa makanan ringan biasanya dalam 1 pak, dibungkus dengan plastik bening. Kita dapat memanfaatkan plastik kemasan makanan ringan untuk mengemas barang-barang yang dibeli oleh pembeli di kios kita. Keunggulan plastik bening kemasan luar makanan ringan ini selain gratis, plastiknya cukup kuat hingga bisa menampung beberapa barang di dalamnya termasuk beberapa kilogram beras sekalipun.
2. Menyarankan kepada pembeli untuk membawa tas dan tidak mengfratiskan kantong plastik
Kantong plastik sebaiknya diberi harga dan pelanggan disarankan untuk membawa tas belanja sendiri. Cara ini sebenarnya dapat mempengaruhi pelanggan. Namun kita bisa membatasi pemberian plastik. Misalnya untuk pembelian dengan jumlah tertentu dan dirasa keuntunganya sudah lumayan kiranya tidak mengapa diberi kantong.
3. Meggunakan Kardus
Dalam belanja barang khususnya pembelian barang sembako, umumnya kita membeli dalam bentuk kardus atau karton. Kardus-kardus tersebut bisa kita gunakan untuk mengemas barang-barang yang dibeli oleh pelanggan kita. Sebenarnya kardus bisa kita kumpulkan lalu kita jual kembali ke pengepul namun harganya tidak seberapa. Di tempat penulis, kardus bekas dihargai Rp 500,- per kilogramnya, darpada kita jual lebih baik kita manfaatkan untuk mengemas barang pembeli. Apalagi bagi kita yang menjual grosir atau semi grosir, tentu sangat cocok jika kita mengemas barang pelanggan di dalam kardus sebab kardus dapat membuat barang yang lumayan banyak.
Bagi kios kelontong yang juga menjual barang-barang yang berabahan plastik seperti gelas plastik, sendok plastik, gelas khusus puding, kantong plastik, karung beras dan lain sebagainya, naiknya bahan plastik ini tentunya bisa menambah keuntungan. Namun sebaiknya harganya jangan terlalu tinggi dinaikkan karena kemungkinan kenaikan bahan plastik ini tidak akan bertahan lama.


Posting Komentar untuk "Plastik Mahal, Isi Solusi Warung Kelontong untuk Memaksimalkan Keuntungan"